Kata Pengantar
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memahami tentang perputaran uang Pedagang Siomay / Batagor Bang Syaifullah yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dan wawancara langsung. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “Perputaran Uang Pedagang Siomay Bang Syaifullah “. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Bang Syaifullah yang mau meluangkan waktu kepada kami untuk menyelesaikan tugas ini
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Abstrak
Perputaran uang merupakan Jumlah Peredaran uang dalam periode tertentu. Pembelanjaan merupakan salah satu fungsi perusahaan selain personalia, pemasaran dan produksi. Pengertian pembelanjaan selalu berubah dari waktu kewaktu, sedangkan pengertian lama pembelanjaan adalah menyediakan dana. Akan tetapi setelah perekonomian berkembang terus maka konsep pembelanjaan juga berubah. Penggunaan dana, sebagai manajer keuangan berusaha untuk menggunakan secara efisien demi tercapainya tujuan perusahaan. Penggunaan dana jangka pendek menyangkut pembelanjaan aktif yaitu ; penggunaan dana tertuang ke dalam besarnya modal kerja yang tertanam dalam aktiva lancar. Pengelolaan kas Kas merupakan salah satu bentuk aktiva lancar yang paling likuid di mana dapat berbentuk uang tunai atau cek yang dapat sewaktu-waktu diuangkan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari perusahaan. Aliran kas dan anggaran kas Aliran kas menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas sehari-hari. Pengelolaan Persediaan Persediaan di sini termasuk juga bahan baku, bahan penolong maupun barang dalam proses. Penggunaan dana jangka panjang Penggunaan dana jangka panjang berarti kita mempertimbangkan jumlah uang yang tertanam pada aktiva tetap.
Kata Kunci : Perputaran Uang
BAB I
LANDASAN TEORY
Pengertian Perputaran uang
“ Jumlah Peredaran uang dalam periode tertentu “
PEMBELANJAAN
Pembelanjaan merupakan salah satu fungsi perusahaan selain personalia, pemasaran dan produksi. Pengertian pembelanjaan selalu berubah dari waktu kewaktu, sedangkan pengertian lama pembelanjaan adalah menyediakan dana. Akan tetapi setelah perekonomian berkembang terus maka konsep pembelanjaan juga berubah. Pengertian pembelanjaan menurut Bambang Riyanto dalam Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana mendapatkan dana, bagaimana menggunakan dana dan bagaimana laba perusahaan akan didistribusikan. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa pembelanjaan perusahaan mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Mendapatkan atau menaikkan tambahan dana perusahaan.
2. Menggunakan dana secara efisien.
3. Mendistribusikan laba perusahaan kepada yang berhak.
PENGGUNAAN DANA
Penggunaan dana setelah ada di perusahaan, sebagai manajer keuangan berusaha untuk menggunakan secara efisien demi tercapainya tujuan perusahaan. Pada dasarnya penggunaan dana dapat digolongkan menjadi 2 bagian yaitu:
1. Penggunaan dana dalam jangka pendek : Kas, surat-surat berharga, piutang dan persediaan.
2. Penggunaan dana dalam jangka panjang : Investasi aktiva tetap termasuk tanah,
bangunan dan peralatan.
Mengelola penggunaan dana perusahaan baik untuk jangka pendek atau jangka panjang berkaitan erat dengan masalah efisiensi, karena kalau masalah efisiensi tercapai berarti manajer keuangan berhasil dalam mengelola dana dalam arti pengalokasian dana perusahaan tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga perusahaan dapat dengan mudah menelusuri bagian-bagian mana yang menghasilkan laba perusahaan. Efisiensi penggunaan dana sehari-hari dalam kegiatan operasional perusahaan dapat di ketahui dengan membandingkan pendapatan bersih perusahaan selama jangka waktu tertentu dengan dana atau modal yang dipakai perusahaan dalam memperoleh pendapatan tersebut. Kemampuan perusahaan dalam memperoleh pendapatan dari sejumlah modal yang dipergunakan disebut Rentabilitas. Jadi rentabilitas yang semakin tinggi dapat diartikan bahwa kemampuan perusahaan juga tinggi, hal ini berarti rentabilitas yang tinggi juga mencerminkan efisiensi yang dicapai perusahaan baik.
Rentabilitas perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Laba/pendapatan bersih
Rentabilitas (RE) = X 100 %
Modal Kerja
Laba bersih dapat dilihat perinciannya secara lebih jelas dan lengkap kalau kita
membaca pada laporan rugi laba, yang kemudian juga dicantumkan pada neraca akhir
perusahaan.
Penggunaan dana jangka pendek
Penggunaan dana jangka pendek menyangkut pembelanjaan aktif yaitu ; penggunaan dana tertuang ke dalam besarnya modal kerja yang tertanam dalam aktiva lancar. Adapun yang tergolong aktiva lancar adalah kas, piutang, surat berharga dan persediaan barang. Jadi aktiva lancar adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang sewaktu-waktu dapat diubah menjadi uang dalam jangka waktu perputaran kegiatan operasional atau dengan kata lain aktiva lancar adalah kekayaan perusahaan yang tingkat likuiditasnya tinggi. Biasanya likuiditas suatu kekayaan perusahaan terlihat pada susunan aktiva lancar yang tercantum pada neraca perusahaan di mana kekayaan yang berada pada urutan paling atas adalah yang paling likuid ( = paling cepat diubah menjadi uang tunai ).
Pengelolaan kas
Kas merupakan salah satu bentuk aktiva lancar yang paling likuid di mana dapat berbentuk uang tunai atau cek yang dapat sewaktu-waktu diuangkan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari perusahaan. Pengadaan kas ditujukan untuk membiayai keperluan sehari-hari sehingga kontinuitas perusahaan tetap terjaga. Keperluan sehari-hari tersebut bisa saja untuk membeli bahan baku, membayar gaji, membeli listrik, sewa bangunan dan peralatan dan sebagainya. Berapa besarnya kas dalam bentuk uang tunai agar tidak mengganggu kelancaran perusahaan tidak dapat ditetapkan batasannya secara jelas, hanya saja pada umumnya suatu perusahaan akan menyediakan kas dalam bentuk uang tunai sebesar 5 % sampai dengan 10 % dari total aktiva lancar perusahaaan. Disamping juga tergantung pada kebijaksanaan perusahaan, besarnya kas tunai juga tergantung pada bagaimana dengan penerimaaan dan pengeluaran kas. Penetapan kebijaksanaan perusahaan dalam menentukan berapa sebaiknya kas yang dipunyai perusahaan harus benar-benar direncanakan dan diperhitungkan dengan teliti karena jika terjadi kelebihan dan kekurangan akan merugikan perusahaan. Kalau terjadi kelebihan kas tunai, maka perusahaan akan menangggung kerugian seperti:
a. Adanya kas tunai yang menganggur karena melebihi kapasitas yang dibutuhkan.
b. Adanya biaya modal yang harus dibayar jika dana yang diperoleh perusahaan berasal dari pinjaman dari suatu bank.
c. Dana yang mengangggur sebenarnya dapat dialokasikan pada kegiatan yang lebih produktif.
d. Merusak nama perusahaan di mata para kreditur bank.
Apabila perusahaan mengalami kekurangan dana tunai akan mengakibatkan:
a. Terganggunya kelancaran proses produksi karena keterlambatan pembelian bahan baku, membayar gaji, listrik dan sebagainya.
b. Produktivitas mengalami penururnan karena berkurangnya kemampuan dalam membeli bahan-bahan atau hal-hal lain yang menyangkut proses produksi.
c. Hilangnya pasar yang sudah dikuasai karena kesempatan tersebut tidak dapat dimanfaatkan karena kurangnya barang yang dibutuhkan konsumen sehingga konsumen lari membeli produk dari perusahaan pesaing.
Aliran kas dan anggaran kas
Aliran kas menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas sehari-hari. Aliran kas masuk ( penerimaan ) berhubungan erat dengan masalah penjualan barang dan jasa perusahaan baik yang bersifat penjualan kredit/tunai maupun penjualan dan pembelian saham perusahaan. Aliran kas keluar ( pengeluaran kas ) bisa berbentuk pengeluaran untuk membayar gaji, upah dan membantu ongkos masyarakat dan sebagainya. Untuk menunjang aliran kas sebaiknya dibutuhkan anggaran kas karena dengan adanya anggaran kas dapat diketahui dan direncanakan dan kemudian diambil keputusan, misalnya: memakai dana yang sementara menganggur ke keperluan yang lebih penting dan sebagainya.
Pengelolaan Persediaan
Persediaan di sini termasuk juga bahan baku, bahan penolong maupun barang dalam proses. Persediaan merupakan bentuk terakhir dari aktiva lancar yang dibahas di sini. Persediaan barang berkaitan erat dengan proses produksi perusahaan sehingga jumlah persediaan ini selalu berubah sesuai dengan perputaran yang ada di bagian produksi. Pengelolaan persediaan mempunyai arti penting karena berhubungan dengan volume penjualan perusahaan dan akhirnya nanti juga mempengaruhi pencapaian laba perusahaan.
Penggunaan dana jangka panjang
Penggunaan dana jangka panjang berarti kita mempertimbangkan jumlah uang yang tertanam pada aktiva tetap. Bentuk aktiva tetap tersebut bisa berupa tanah, peralatan/ mesin dan bangunan. Kalau kita mempertimbangkan jumlah dana pada aktiva tetap, berarti kita harus memperhatikan resiko yang akan dihadapi di waktu yang akan datang, karena dana yang tertanam di aktiva tetap tersebut akan kembali dalam jangka waktu yang lama sehingga keputusan untuk menginvestasikan dana dalam bentuk aktiva tetap harus betul-betul dipertimbangkan dengan matang dan teliti, karena dana yang terkait pada aktiva tetap biasanya dalam jumlah yang besar sehingga kalau terjadi kesalahan akan mengakibatkan kerugian yang besar juga bagi perusahaan atau bahkan bisa membuat perusahaan tutup.
Apa yang perlu dipertimbangkan dalam menginvestasikan dana pada aktiva tetapadalah nilai uang itu sendiri. Karena nilai uang akan selalu berbeda dari waktu ke waktu sehingga sewajarnya kalau kita harus menghitung bagaimana nilai uang tersebut di waktu yang akan datang. Penilaian uang dapat diperhitungkan dengan dua konsep yaitu:
1. Nilai uang sekarang ( Present Value ).
2. Nilai uang Majemuk ( Compound Value ).
BAB II
Hasil Penelitian
Penulis mendapatkan beberapa sumber data melalui wawancara kami terhadap Pedagang siomay atau Batagor Kelapa 2 Bang Syaifulah, untuk mengetahui perputaran uang Pedagang siomay atau batagor bnag syaifullah untuk melengkapi kehidupannya sehari – hari penjabarannya dapa dilihat sebagai berikut :
Modal awal :
1. Gerobak : Rp. 1.500.000 = Rp. 1.500.000
2. Gas : Rp. 15.000/ 3kg ; maks 2 mingu = Rp. 15.000
3. Terigu : Rp. 8.000/kg = Rp. 8.000
4. Sagu : Rp. 5.000/kg ; ½ kg = Rp. 1.000
5. Minyak : Rp. 10.000/liter ; ½ liter = Rp. 5.000
6. Saus : Rp. 3.000/ isi ulang = Rp. 6.000
7. Kacang tanah: Rp. 18.000/ kg ; ½ kg = Rp. 12.000
Rp. 1.547.000
Modal awal setiap hari : Rp. 60.000
Biasa / hari dapatnya : Rp. 150.000
Keuntungan : Rp. 70.000/ hari
Perputaran uang :
Formula untuk menghitung rasio perputaran aktiva:
Asset Turnover Ratio = sales / fixed assets. Rasio Perputaran Aktiva = penjualan / aktiva tetap.
Asset turnover ratio definition and explanation: Rasio turnover aset definisi dan penjelasan:
Sebuah perputaran aset rasio rendah berarti tidak efisien atau usang pemanfaatan aktiva tetap, yang mungkin disebabkan oleh kelebihan kapasitas atau gangguan dalam pasokan bahan baku.
Biaya investasi :
- Gerobak
- Gas
Biaya Operasional
- Biaya Tetap :
1. Sagu
2. Terigu
3. Kacang tanah
4. Minyak tanah
- Biaya variabel:
1. Gas
2. Saus
Penerimaan perbulan = Rp. 4.500.000
Keuntungan perbulan = Rp. 2.100.000
Revenue Cash Ratio
Laba usaha – pajak
= Rp. 2.100.000 – Rp. 210.000 = 1.890.000 = 0,42
Penjualan
4.500.00 4.500.000
Pay back Periode
Laba bersih setelah pajak = Rp. 1. 890.000 = 0.82
Total aktiva usaha Rp. 2.300.000
BAB III
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendapatan yang diterima selama sebulan hanya cukupuntuk pembiayaan hidup sehari – hari atau pas – pasan. Modal yang besar tidak serupa dengan penghasilan yang diterima. Tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan anak sekolah. Dngan kenaikan biaya bahan baku membuat semakin minim tingkat pendapatan hal ini dikarenakan inflasi yang cukup tinggi membuat harga bahan pangan semua naik dan terkadang bang syaifullah selaku pedagang berusaha untuk memaksimalkan keuntungan melalui pembiayaan dari pinjaman – pinjaman jika memang dibutuhkan.
4.2.Saran
Jika ingin ada perubahn dalam segi penerimaan atau pendapatan bang syaifullah selaku pedagang siomay sebaiknya sering berkeliling agar dagangan cepat habis setelah itu sisanya dapat berpangkalan ditempt biasanya itu akan jauh lebih menguntungkan.
Daftar Pustaka
http://www.bizwiz.ca/turnover_ratio_calculation_formulas/asset_turnover_ratio.html
http://www.pdfqueen.com/pdf/pe/perhitungan-perputaran-uang/
http://www.scribd.com/doc/26774493/Manajemen-Keuangan-Resume-Bab-1-5
Penyusun : 1. Stephanie Virginia ( 11207050 )
2.Wahyu Permatasari ( 11207148
Minggu, 02 Mei 2010
Sabtu, 06 Maret 2010
Sumber Dana Bank(70)
Peranan Bank
> Bselaku pelaksana lalu lintas pembayaran , berarti bank menjadi pelaksana penyelesaian pembayaran transaksi komersial atau financial.
> Lalu lintas pembayaran diartikan sebagai penyelesaian transaksi komersial dan atau finansial dari pembayar kepada penerima melalui media bank. Pembayaran transaski aman, praktisdan ekonomis.
> Bank selaku stabilisator moneter diartikan bahwa bank mempunyai kewajiban ikut serta menstabilkan nilai atukar uang, nilai kurs, atau harga barang-barang relatif atau tetap, baik secara langasung maupun melalui mekanisme Giro Wajib Minimum (GWM) Bank, Operasi Pasar Terbuka atau un kebijakan diskonto.
> Bank sebagai dinamisator perekonomian berarti bahwa bank merupakan pusat perekonomian, sumber dana, pelaksana lalu lintas pembayaran, memproduktifkan tabungan dan pendorong kemajuan perdagangan nasional dan internasional.
Jenis sumber dana bank :
Dana yang berasal dari modal sendiri ( dari pihak I). Contohnya; modal yang disetor, cadangan-cadangan, dan laba yang ditahan.
Dana yang berasal dari pihak luar ( dari pihak ke-II). Contohny: Pinjaman dari bank-bank lain, pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank, dan pinjaman dari BI.
Dana yang bersumber dari masyarakat (dari pihak ke-III).Contohnya: motivasi transaksi dan spekulasi.
Tujuan alokasi dana : mencapai tngkat profitabilitas yang cukup ,menjaga posisi likuiditas hal ini untuk mempertahankan kepercayaan asyarakat, Alokasi Dana :
1. Earning Assets ( aktiva produktif) : Secondary reserve, kredit, dan investasi jangka panjang.
2. Non Earning Assets ( Aktifa tidak produktif ): Primary reserve, aktiva tetap dan investasi.
Faktor-faktor Penentu dana bank : Ketentuan Pemerintah, Produk jasa bank, tujuan bank, Pimpinan bank, area operasional bank, kebutuhan likuiditas yang dimiliki, tingkat kualitas dari asset, struktur dari tabungan,kewajiban penyediaan modal minimum(CAR).
Sumber:http://peni.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5772/Sumber-sumber+Dana+Bank.ppt., http://masodah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8904/audit+perbankan.ppt.
> Bselaku pelaksana lalu lintas pembayaran , berarti bank menjadi pelaksana penyelesaian pembayaran transaksi komersial atau financial.
> Lalu lintas pembayaran diartikan sebagai penyelesaian transaksi komersial dan atau finansial dari pembayar kepada penerima melalui media bank. Pembayaran transaski aman, praktisdan ekonomis.
> Bank selaku stabilisator moneter diartikan bahwa bank mempunyai kewajiban ikut serta menstabilkan nilai atukar uang, nilai kurs, atau harga barang-barang relatif atau tetap, baik secara langasung maupun melalui mekanisme Giro Wajib Minimum (GWM) Bank, Operasi Pasar Terbuka atau un kebijakan diskonto.
> Bank sebagai dinamisator perekonomian berarti bahwa bank merupakan pusat perekonomian, sumber dana, pelaksana lalu lintas pembayaran, memproduktifkan tabungan dan pendorong kemajuan perdagangan nasional dan internasional.
Jenis sumber dana bank :
Dana yang berasal dari modal sendiri ( dari pihak I). Contohnya; modal yang disetor, cadangan-cadangan, dan laba yang ditahan.
Dana yang berasal dari pihak luar ( dari pihak ke-II). Contohny: Pinjaman dari bank-bank lain, pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank, dan pinjaman dari BI.
Dana yang bersumber dari masyarakat (dari pihak ke-III).Contohnya: motivasi transaksi dan spekulasi.
Tujuan alokasi dana : mencapai tngkat profitabilitas yang cukup ,menjaga posisi likuiditas hal ini untuk mempertahankan kepercayaan asyarakat, Alokasi Dana :
1. Earning Assets ( aktiva produktif) : Secondary reserve, kredit, dan investasi jangka panjang.
2. Non Earning Assets ( Aktifa tidak produktif ): Primary reserve, aktiva tetap dan investasi.
Faktor-faktor Penentu dana bank : Ketentuan Pemerintah, Produk jasa bank, tujuan bank, Pimpinan bank, area operasional bank, kebutuhan likuiditas yang dimiliki, tingkat kualitas dari asset, struktur dari tabungan,kewajiban penyediaan modal minimum(CAR).
Sumber:http://peni.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5772/Sumber-sumber+Dana+Bank.ppt., http://masodah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8904/audit+perbankan.ppt.
Kamis, 18 Februari 2010
Pengertian Bank dan Konsep Bank(85)
Pengertian Bank
Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya. Kata bank berasal dari bahasa italia banca atau uang. Biasanya bank menghasilkan untung dari biaya transaksi atas jasa yang diberikan dan bunga dari pinjaman.
Menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidur rakyat banyak.
Fungsi utama dari bank adalah menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit. Evolusi bank berawal dari awal tulisan, dan berlanjut sampai sekarang di mana bank sebagai intitusi keuangan yang menyediakan jasa keuangan. Sekarang ini bank adalah institusi yang memegang lisensi keuangan. Lisensi bank diberikan oleh otoriter supervisi keuangan dan memberikan hak untuk melakukan jasa perbankan dasar, seperti menerima tabungan dan memberikan pinjaman.
Dari pengertian di atas dapat dijelaskan secara lebih luas lagi bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Sebagai perantara keuangan bank akan memperoleh keuntungan dari selisih bunga yang diberikan kepada penyimpan( bunga simpanan) dengan bunga yang diterima dari peminjam (bunga kredit). Keuntungan ini dikenal dengan istilah spread based. Jenis keuntungan ini diperoleh dari bank jenis konvensional. Sedangkan bank jenis syariah (muamalah) tidak dikenal dengan istilah bunga, karena banka syariah mengharamkan bunga. Keuntungan yang diperoleh dikenal dengan istilah bagi hasil. Bankjuga memperoleh keuntungan dari kegiatan jasa-jasa bank lainnya. Jasa-jasa bank lainnya diberikan oleh bank dipungut biaya yang besarnya tergantung dari jenis jasa bank yang digunakan. Biaya yang dipungut meliputi biaya kirim, biaya tagih, biaya administrasi, biaya provisi dab biaya lainnya. Keuntungan dari pungutan biaya-biaya ini dikenal dengan nama istilah fee based.
Jika ditinjau dari fungsinya bank dikelompokan menjadi 3 jenis yaitu :
1. Bank Sentral
Yaitu bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu Negara. Di Indonesia fungsi bank sentral dipegang oleh Bank Indonesia ( BI ). Berfungsi sebagai bank sirkulasi, bank to bank dan lender of the last resort. Tujuan utama Bank Indonesia sebagai Bank Sentral adalah mencapai dan memelihara kesetabilan rupiah, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran system devisa serta mengatur dan mengawasi bank.
2. Bank Umum
Yaitu Bank yang bertugas melayani seluruh jasa-jasa perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga –lembaga lainnya. Bank umum dikenal dengan nama bank komersial dan dikelompokan kedalam 2 jenis yaitu : Bank umum Devisa dan Bank umum non devisa.
3. Bank Perkreditan Rakyat
Yaitu Bank yang khusus melayani masyarakat kecil dikecamatan dan pedesaan. Bank Perkreditan Rakyat berasal dari Bank Desa,Bank Pasar, Lumbung Desa, Bank Pegawai dan Bank lainnya dilebur menjadi Bank Perkreditan Rakyat.
Konsep Bank
Dilihat dari segi atau caranya dalam menentukan harga baik harga jual maupun harga beli terbagi dalam 2 kelompok :
• Bank yang berdasarkan prinsip Konvesional ( Barat )
Dalam mencari keuntungan dan menentukan nasabahnya, bank yang berdasarkan prinsip konvensional menggunakan 2 metode yaitu : menetapkan bunga sebagai harga, untuk produk simpanan seperti giro,tabungan maupun deposito dan untuk jasa-jasa bank lainnya pihak perbankan konvensional menggunakan atau menerapkan berbagai biaya –biaya dalam nominal atau persentase tertentu.
• Bank berdasarkan prinsip syariah ( Islam )
Yaitu aturan perjanjian berdasarkan hokum Islam antara bank dengan pihak lain untuk menyimpan atau pembiayaan atau kegiatan perbankan lainnya. Dalam menentukan harga atau mencari keuntungan bagi bank yang berdasarkan Prinsip Syariah sebagai berikut :
1. Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil ( mudrabah )
2. Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal ( musyarakah )
3. Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan ( murababah)
4. Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan( ijarah )
5. Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain ( Ijarah Wa Iqtina ).
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/bank
Sawitri,peni dan Hartanto,eko.Bank & Lembaga keuangan Lain.Universitas Gunadarma: Jakarta,2007.
Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya. Kata bank berasal dari bahasa italia banca atau uang. Biasanya bank menghasilkan untung dari biaya transaksi atas jasa yang diberikan dan bunga dari pinjaman.
Menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidur rakyat banyak.
Fungsi utama dari bank adalah menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit. Evolusi bank berawal dari awal tulisan, dan berlanjut sampai sekarang di mana bank sebagai intitusi keuangan yang menyediakan jasa keuangan. Sekarang ini bank adalah institusi yang memegang lisensi keuangan. Lisensi bank diberikan oleh otoriter supervisi keuangan dan memberikan hak untuk melakukan jasa perbankan dasar, seperti menerima tabungan dan memberikan pinjaman.
Dari pengertian di atas dapat dijelaskan secara lebih luas lagi bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Sebagai perantara keuangan bank akan memperoleh keuntungan dari selisih bunga yang diberikan kepada penyimpan( bunga simpanan) dengan bunga yang diterima dari peminjam (bunga kredit). Keuntungan ini dikenal dengan istilah spread based. Jenis keuntungan ini diperoleh dari bank jenis konvensional. Sedangkan bank jenis syariah (muamalah) tidak dikenal dengan istilah bunga, karena banka syariah mengharamkan bunga. Keuntungan yang diperoleh dikenal dengan istilah bagi hasil. Bankjuga memperoleh keuntungan dari kegiatan jasa-jasa bank lainnya. Jasa-jasa bank lainnya diberikan oleh bank dipungut biaya yang besarnya tergantung dari jenis jasa bank yang digunakan. Biaya yang dipungut meliputi biaya kirim, biaya tagih, biaya administrasi, biaya provisi dab biaya lainnya. Keuntungan dari pungutan biaya-biaya ini dikenal dengan nama istilah fee based.
Jika ditinjau dari fungsinya bank dikelompokan menjadi 3 jenis yaitu :
1. Bank Sentral
Yaitu bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu Negara. Di Indonesia fungsi bank sentral dipegang oleh Bank Indonesia ( BI ). Berfungsi sebagai bank sirkulasi, bank to bank dan lender of the last resort. Tujuan utama Bank Indonesia sebagai Bank Sentral adalah mencapai dan memelihara kesetabilan rupiah, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran system devisa serta mengatur dan mengawasi bank.
2. Bank Umum
Yaitu Bank yang bertugas melayani seluruh jasa-jasa perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga –lembaga lainnya. Bank umum dikenal dengan nama bank komersial dan dikelompokan kedalam 2 jenis yaitu : Bank umum Devisa dan Bank umum non devisa.
3. Bank Perkreditan Rakyat
Yaitu Bank yang khusus melayani masyarakat kecil dikecamatan dan pedesaan. Bank Perkreditan Rakyat berasal dari Bank Desa,Bank Pasar, Lumbung Desa, Bank Pegawai dan Bank lainnya dilebur menjadi Bank Perkreditan Rakyat.
Konsep Bank
Dilihat dari segi atau caranya dalam menentukan harga baik harga jual maupun harga beli terbagi dalam 2 kelompok :
• Bank yang berdasarkan prinsip Konvesional ( Barat )
Dalam mencari keuntungan dan menentukan nasabahnya, bank yang berdasarkan prinsip konvensional menggunakan 2 metode yaitu : menetapkan bunga sebagai harga, untuk produk simpanan seperti giro,tabungan maupun deposito dan untuk jasa-jasa bank lainnya pihak perbankan konvensional menggunakan atau menerapkan berbagai biaya –biaya dalam nominal atau persentase tertentu.
• Bank berdasarkan prinsip syariah ( Islam )
Yaitu aturan perjanjian berdasarkan hokum Islam antara bank dengan pihak lain untuk menyimpan atau pembiayaan atau kegiatan perbankan lainnya. Dalam menentukan harga atau mencari keuntungan bagi bank yang berdasarkan Prinsip Syariah sebagai berikut :
1. Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil ( mudrabah )
2. Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal ( musyarakah )
3. Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan ( murababah)
4. Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan( ijarah )
5. Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain ( Ijarah Wa Iqtina ).
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/bank
Sawitri,peni dan Hartanto,eko.Bank & Lembaga keuangan Lain.Universitas Gunadarma: Jakarta,2007.
Langganan:
Postingan (Atom)
